19

Potensi Pertanian dan Perikanan di Desa Akar Bagantung Dikembangkan  

MARTAPURA – Sektor pertanian dan perikanan menjadi potensi Desa Akar Bagantung, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar yang harus dimaksimalkan guna kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut diungkapkan Pambakal Desa Akar Bagantung Israt saat talkshow Chating Manis (Cepat hadapi teknologi inovasi komunikasi global) di Radio Suara Banjar, Rabu (25/9/2024) pagi.

Dikatakan, saat ini 90 persen petani sudah panen padi dan mengambil ikan pada beberapa sumur yang ada di lahan persawahan.

“60 persen gagal panen karena tahun ini terjadi banjir, tapi banyak juga yang tanam ulang, alhamdulillah sudah panen. Ikannya juga sudah diambil bukan pada kolam peliharaan, tapi alami di sumur sawah,” terang pambakal yang juga mantan anggota TNI.

Pembinaan lanjut Israt oleh penyuluh pertanian juga rutin dilakukan, juga bantuan yang didapatkan dari pemerintah 5 unit mesin pompa air untuk mengairi lahan pertanian.

Kader digital desa Muhammad Ilmi mengatakan, sebagai salah satu desa cerdas, ia berupaya untuk menjadikan SDM yang ada di desa juga semakin cerdas, dengan program-program yang akan diterapkan.

“Nantinya petani juga dikenalkan dengan dengan alat panen modern, drone untuk semprot sawah, juga bibit padi yang bagus dengan batang kuat sehingga tidak mudah roboh jika kena angin kencang,” rincinya.

Duta digital Kabupaten Banjar Hamdiani mendukung apa yang dilakukan oleh kader dan pambakal dalam meningkatkan SDM desanya.

“Penting dalam memperkuat potensi-potensi lokal, dan bagaimana memanfaatkan teknologi dalam pembangunan desa,” ujarnya.

Ia juga mengajak semua stakeholder desa untuk bisa bekerja sama membangun desa, misalnya memberikan usulan-usulan dalam musyawarah desa. Hamdiani menyebut nantinya juga ada pelatihan program perikanan terpadu, masalah UMKM dan literasi digital, agar tidak ketinggalan teknologi dan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

6

Rampung Diaspal, Jalan 1,4 Km Desa Pulau Nyiur Diresmikan

KARANG INTAN,- Kabupaten Banjar memiliki ruas jalan sepanjang 2.000 kilometer dan 500 kilometer diantaranya dalam kondisinya kurang baik. Peresmian jalan di Desa Pulau Nyiur tersebut setidaknya bisa mengurangi jumlah kondisi jalan yang kurang baik tersebut.

Sementara untuk jembatan berjumlah 880, 114 diantaranya rusak. Dua masalah ini menjadi perhatian khusus dan menjadi pekerjaan rumah yang harus dikerjakan. 

Hal ini di ungkapkan Bupati Banjar H Saidi Mansyur saat meresmikan jalan aspal yang rampung dikerjakan beberapa pekan lalu, di Desa Pulau Nyiur, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Selasa (20/12/2022) pagi.

“ Mohon doanya, kekurangan yang dalam kondisi kurang baik ini bisa teratasi dimasa jabatan ini,” pintanya.

Saidi Mansyur berharap dengan di aspalnya jalan desa sepanjang 1,4 kilometer tersebut, masyarakat bisa menjaganya dengan baik dan dimanfaatkan untuk mendongkrak perekonomian warga desa setempat.

Terkait dengan jalan yang masih kurang baik di desa ini, Saidi mengatakan tetap menjadi perhatian oleh pemerintah daerah.

“ Harapan besar masyarakat disini dan menjadi perhatian pemerintah daerah, kondisi jalan yang kurang baik ini masih banyak. Kita melihat situasi dan anggaran didesa ini dan desa lainnya agar bisa terealisasi,” ujarnya.

Pambakal Desa Pulau Nyiur Akhmad Yani sampaikan terima kasihnya kepada Bupati Banjar beserta jajaran atas perhatian dan pengaspalan jalan yang dilakukan di desa yang di pimpinnya. Selain itu juga ada bedah rumah dan sarana untuk SDN 1 Pulau Nyiur.

Dalam kesempatan ini juga diserahkan paket sembako kepada warga penerima manfaat, penyerahan tali asih kepada kaum mesjid dan anak yatim, serta penyerahan bibit pohon kelapa kepada pambakal sebagai perwakilan warga.

17

Kabupaten Banjar Dinilai Terbaik Gerakan Menuju 100 Smart City

Kabupaten Banjar patut berbangga dan menaruh harapan besar pada program Gerakan 100 Smart City Tahun 2020. 

Pasalnya berdasarkan hasil penilaian evaluasi implemantasi masterplan dan quick win smart city tahap I Gerakan 100 Smart City, dari 25 kabupaten dan kota mendapat nilai cukup baik.

Berdasarkan surat yang diterima dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika, 30 Desember 2020 tadi, nilai rata-rata Kabupaten Banjar berada di posisi 3 terbaik dari 25 kabupaten dan  kota.

Sedangkan untuk level kabupaten berada di posisi terbaik kedua setelah Kabupaten Demak.

Namun di antara kabupaten dan kota di Kalimantan, nilai Kabupaten Banjar merupakan terbaik pertama.

Hasil penilaian untuk rata-rata Kabupaten Banjar mendapatkan 3,41, pada kriteria baseline Kabupaten Banjar mendapat nilai 3,51, nilai output dan outcome mendapat 3,14 dan 3,34. Nilai untuk impact 3,8 sedangkan quick win  diberi nilai 3,57.

Dari hasil evaluasi implementasi Master Plan dan Quick Win Tahun 2020 yg dilakukan oleh Kemen Kominfo RI pada 25 Kabupaten/Kota yang terpilih pada Program Gerakan 100 Smart City di Indonesia, Kabupaten Banjar mendapatkan hasil peringkat 3 terbaik di tingkat nasional.

“Untuk ini kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas partisipasi serta kerja semua SKPD dan stakeholder yg terkait,”ucap Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar HM Hilman, di Martapura, Kamis (7/1/2021).

Dikatakan, evaluasi atas lima dimensi, yaitu Dimensi Base line, Dimensi Output pada Kebijakan, Kelembagaan dan Anggaran, Dimensi Outcome pada Program Smart Governance, Smart Branding, Smart Economy, Smart Living, Smart Society dan Smart Environment.

Dimensi Impact pada Perbaikan dan Keterlibatan Masyarakat serta Dimensi Quick Win dinilai dari inovasi, daya tarik, manfaat, keunikan, peluang kemitraan, potensi pengembangan, keberlangsungan, sumberdaya, manajemen resiko dan keberlanjutan.

Hasil evaluasi ini lanjut Hilman, sebagai bahan masukan untuk melakukan perbaikan dalam implementasi guna dapat mengintegrasikan teknologi dan informasi dalam tata kelola pemerintahan dan pembangunan.

Sehingga bisa mempertinggi efisiensi, memperbaiki pelayanan publik dan meningkatkan kesejahteraan rakyat di Kabupaten Banjar.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Banjar HM. Aidil Basith menyatakan bangga dengan capaian nilai terbaik di Kalimantan.

Dia menyebutkan, semua yang dicapai tersebut merupakan komitmen tinggi dari kepala daerah serta dukungan seluruh SKPD di Kabupaten Banjar.

“Selanjutnya kita bersama dengan SKPD lainnya akan terus membenahi kekurangan sehingga  benar-benar mampu  mewujudkan Banjar Smart City. Terima kasih atas dukungan dan Kerjasama semua SKPD,” imbuhnya.

Sedangkan Kepala Bidang E-Government Diskominfo, Statistik dan Persandian Kabupaten Banjar Cornelius Kristianto menambahkan, sebagai salah satu dari 100 kabupaten dan kota di Indonesia yang masuk Gerakan 100 Smart City, Kabupaten Banjar akan dievaluasi setiap tahunnya.

“Kabupaten Banjar masuk di periode ketiga pada 2019 bersama dengan 25 kabupaten dan kota lainnya untuk menggenapi 75 kabupaten dan kota yang terlebih dahulu lolos seleksi Gerakan 100 Smart City. Evaluasi pertama pada November 2020 lalu, melalui daring karena pandemi,” ujarnya.

Dijelaskan bahwa untuk quick win Banjar Smart City adalah Gerakan Bersama Realisasi Aksi Sanitasi (Gebraks). Kabupaten Banjar tahun ini mengusulkan tambahan quick win Perpustakaan Online (i-Martapura).

Selanjutnya untuk mewujudkan smart city di Kabupaten Banjar akan terus meningkatkan  infrastruktur jaringan internet dan intranet kecamatan, penambahan BTS utk wilayah blank spot.

Integrasi Aplikasi Layanan Administrasi dan Layanan Umum, pemanfaatan pusat data di DKISP, tatakelola SPBE, kebijakan Smart City dan SPBE, penambahan jumlah dan kualitas SDM TIK, peningkatan peran serta masyarakat, literasi tentang Smart City serta dukungan anggaran. (MC Kab.Banjar/Dani)