IMG-20250526-WA0071-960x640

Pemkab Banjar Raih Opini WTP ke-12 dari BPK RI

RBdotcom – Pemerintah Kabupaten Banjar kembali menorehkan prestasi dengan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Ini merupakan yang ke-12 diterima dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Kalimantan Selatan, atas hasil pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun 2024.

Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas LKPD tersebut diterima langsung oleh Bupati Banjar H. Saidi Mansyur dari Kepala BPK RI Perwakilan Kalsel, Andriyanto, di Kantor BPK RI Perwakilan Kalsel, Banjarbaru, Senin (26/5/2025) siang.

Kepala BPK RI Perwakilan Kalsel Andriyanto menjelaskan, pemeriksaan LKPD terhadap 13 kabupaten/kota se-Kalsel bertujuan memberikan opini atas kewajaran penyajian laporan keuangan. BPK, lanjutnya, memberikan opini dengan mempertimbangkan empat kriteria.

“Empat kriteria tersebut sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan, yaitu kecukupan bukti dokumen pertanggungjawaban dan kelengkapan pengungkapan, kepatuhan pemerintah daerah terhadap peraturan perundang-undangan, dan efektivitas sistem pengendalian internal,” beber Andriyanto.

Ia menambahkan, Pemkab Banjar diberikan opini WTP karena pengelolaan keuangannya dinilai baik dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Menanggapi hasil tersebut, Bupati Banjar H. Saidi Mansyur mengungkapkan rasa syukurnya atas kerja keras seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sehingga target ini selalu tercapai setiap tahunnya. “Alhamdulillah Pemkab Banjar kembali meraih opini WTP yang ke-12 kalinya,” ucapnya.

Saidi Mansyur berharap, opini WTP ini dapat terus dipertahankan di masa mendatang. Meskipun diakuinya masih terdapat beberapa kekurangan yang akan terus diperbaiki. “Komitmen kami dalam peningkatan kualitas tata kelola keuangan yang bersih, akuntabel, dan transparan akan segera terwujud demi kesejahteraan rakyat,” tutupnya.

IMG-20220818-WA0020

Waket DPRD Rizanie Apresiasi Pemkab Banjar Raih Peringkat 5 Nasional Instansi Bersih Gratifikasi

RBdotcom – Kabar membanggakan datang dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar. Berdasarkan rilis Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Pemkab Banjar berhasil meraih peringkat 5 nasional sebagai instansi pemerintah daerah yang paling anti gratifikasi. Prestasi ini mendapat apresiasi tinggi dari DPRD setempat.

Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Banjar, Akhmad Rizanie Anshari, menyampaikan apresiasinya atas capaian gemilang tersebut. Menurutnya, prestasi ini merupakan bukti nyata komitmen kuat Bupati Banjar, H Saidi Mansyur, dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih.

“Kami DPRD Banjar memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bupati H Saidi Mansyur atas kepemimpinan beliau yang berhasil membawa Pemkab Banjar meraih peringkat 5 nasional sebagai instansi anti gratifikasi,” ujar Rizanie, Rabu (7/5/2025).

Rizanie menambahkan, keberhasilan ini tidak lepas dari berbagai upaya dan kebijakan yang telah diterapkan oleh Pemkab Banjar. Langkah-langkah konkret dalam pencegahan gratifikasi, sosialisasi anti korupsi, serta pengawasan dinilai menjadi kunci utama dalam meraih prestasi ini.

“Prestasi ini tentu menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Kabupaten Banjar. Ini menunjukkan bahwa Pemkab Banjar memiliki komitmen yang serius dalam memberantas praktik gratifikasi yang dapat merusak integritas pemerintahan,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Rizanie berharap prestasi ini dapat dipertahankan dan bahkan ditingkatkan. Ia juga mendorong seluruh jajaran Pemkab Banjar untuk terus meningkatkan kesadaran dan pemahaman mengenai bahaya gratifikasi serta pentingnya menjaga integritas dalam menjalankan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami berharap Pemkab Banjar tidak cepat berpuas diri dengan capaian ini. Justru, ini harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan upaya pencegahan dan pemberantasan gratifikasi demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik dan akuntabel,” pungkas Rizanie.

IMG-20250407-WA0056

Wabup Banjar Panen Raya di Lok Tangga, Tegaskan Potensi Lumbung Padi

RBdotcom – Wakil Bupati Banjar, Habib Idrus Al Habsyi, menegaskan potensi besar Desa Lok Tangga sebagai salah satu lumbung padi yang perlu dijaga dan ditingkatkan.

Hal ini disampaikan saat menghadiri panen raya padi serentak di Desa Lok Tangga, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, pada Senin (7/4/2025) pagi.

Pemerintah daerah, lanjut Habib Idrus, memiliki komitmen kuat untuk mendukung petani melalui berbagai upaya.

Dukungan tersebut meliputi peningkatan infrastruktur pertanian, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), penyediaan bibit unggul, serta pelatihan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) petani.

“Tantangan ke depan yang kita hadapi adalah perubahan iklim, keterbatasan lahan, lambatnya regenerasi petani, hingga fluktuasi harga,” ujar Habib Idrus.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, ia mengajak seluruh pihak untuk mulai menerapkan pertanian modern yang efisien dan berkelanjutan. Pemanfaatan teknologi digital, sistem tanam ramah lingkungan, serta penguatan kelembagaan petani juga menjadi fokus agar petani semakin mandiri dan sejahtera.

Habib Idrus memberikan apresiasi kepada para penyuluh pertanian, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), dan perangkat desa atas peran aktif mereka dalam mendampingi petani mulai dari masa tanam hingga panen.

“Panen raya ini bukan hanya sekadar seremoni tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat gotong royong serta memperkokoh ketahanan pangan di tingkat lokal dan daerah,” harapnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, Warsita, mengungkapkan bahwa luas lahan yang dipanen di Desa Lok Tangga mencapai 50 hektare. Sebelumnya, panen raya serupa juga telah dilaksanakan di Kecamatan Beruntung Baru.

“Varietas padi yang ditanam adalah Inpari 42, yang memiliki potensi hasil tinggi, toleran terhadap kekeringan, dan cocok untuk kondisi perubahan iklim,” jelas Warsita.

Warsita menyebutkan target luas tanam Kabupaten Banjar sebesar 58.932 hektare. Berdasarkan data terkini, Luas Baku Sawah (LBS) di Kabupaten Banjar mencapai 51.415 hektare. Dari total luas tersebut, produksi gabah tercatat sebesar 147.493 ton dengan rata-rata produktivitas 3,62 ton per hektare.

“Kita masih memiliki peluang besar untuk meningkatkan luas tanam secara optimal melalui pengelolaan lahan yang lebih efisien, percepatan masa tanam, dan optimalisasi irigasi,” kata Warsita.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Banjar secara simbolis menyerahkan bantuan berupa 1 unit mesin perontok padi, hand sprayer, dan pestisida kepada Kelompok Tani Usaha Baru.

Acara panen raya semakin meriah dengan adanya pemberian doorprize bagi masyarakat dan kelompok tani yang berhasil menjawab pertanyaan.

Kegiatan panen raya ini merupakan bagian dari panen raya serentak di 14 provinsi yang diikuti secara virtual oleh Presiden terpilih, Prabowo Subianto.

Turut hadir pada Panen Raya tadi Wakil Ketua II DPRD Banjar Akhmad Rizanie Anshari, Firkopimda, Forkopimcam, aparat setempat, serta stakeholder terkait.